Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

BEM KM UBB Diam dan Main Aman: Masih Pantas Menyebut Diri Suara Mahasiswa?

Rabu, 19 Agustus 2026 | Agustus 19, 2026 WIB Last Updated 2026-08-19T10:29:56Z

 


Di saat gelombang perlawanan mahasiswa meluap di berbagai penjuru negeri, berteriak lantang menagih janji penguasa dan menuntut keadilan, BEM KM UBB justru memilih bungkam, tiarap, dan nyaman bersembunyi di balik tembok dingin kampus. Tidak ada pergerakan, tidak ada aksi nyata, dan tidak ada konsolidasi. Bahkan untuk sekadar membuka ruang diskusi publik saja, mereka tampak gagap. Jakarta dan daerah-daerah lain sudah membara dengan deretan tuntutan rakyat, tetapi BEM KM UBB malah adem ayem seolah-olah negara dan Bangka Belitung sedang baik-baik saja tanpa masalah.

 

Pertanyaan paling mendasar yang harus dilemparkan ke hadapan para pengurus hari ini adalah: BEM KM UBB sebenarnya sedang membela siapa?

 

Sebagai lembaga eksekutif tertinggi di tingkat mahasiswa, BEM didirikan bukan hanya untuk mengurus agenda seremonial yang tidak berdampak, membagi-bagi piala, atau sibuk merapikan konten media sosial agar terlihat seolah-olah "aktif bekerja". BEM dibentuk untuk menjadi motor pergerakan, pemantik garis depan, dan penyambung lidah rakyat yang tertindas. Namun, apa yang diperlihatkan kepengurusan saat ini hanyalah sikap "main aman" yang sangat memuakkan. Diam di tengah krisis sosial dan politik bukanlah sebuah strategi diplomasi yang cerdas, melainkan bukti telanjang dari hilangnya taring perjuangan dan tumpulnya kepekaan nurani.

 

Sikap apatis dan pengecut ini secara tidak langsung sedang meracuni dan mematikan daya kritis seluruh mahasiswa UBB. Kita seolah-olah dituntun untuk menjadi generasi penurut yang tuli, takut bersuara, dan hanya sibuk dengan urusan perut sendiri. Padahal, kampus ini tidak pernah kekurangan orang-orang pintar dan berani. Yang hilang dan langka hari ini adalah pimpinan organisasi yang mau berdiri paling depan untuk memimpin barisan perlawanan.

 

Jika kepengurusan BEM KM UBB saat ini memang sudah tidak memiliki keberanian, takut akan sanksi, atau lebih memilih mengamankan posisi dan relasi nyaman mereka, katakan saja secara jujur kepada seluruh mahasiswa. Jangan biarkan jas almamater UBB hanya menjadi penonton bisu yang memalu saat sejarah sedang ditulis oleh mahasiswa lain di seluruh Indonesia. BEM KM UBB harus sadar bahwa jika terus-menerus memilih diam dan acuh, kalian bukan lagi wakil mahasiswa, melainkan bagian dari masalah dan penindasan itu sendiri. Bangun dari tidur panjang kalian, keluar dari zona nyaman, atau mundur sekalian dari jabatan yang tidak mampu kalian emban! 


Editor: Samuel

×
Berita Terbaru Update