Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Sikapi Ancaman Pemberangusan 5 Ormawa FISIP, Mahasiswa Evaluasi Kinerja BEM dan DPM KM UBB

Senin, 31 Agustus 2026 | Agustus 31, 2026 WIB Last Updated 2026-09-01T01:25:19Z

Puluhan Mahasiswa Menghadiri Konsolidasi Akbar di Depan Gedung Timah 1 (31/08). Sumber: Istimewa


LPM Alternatif, Balunijuk — Di tengah upaya mahasiswa mendorong dialog dengan pihak rektorat terkait ancaman pembengarusan lima ormawa FISIP, sejumlah mahasiswa turut menyampaikan catatan terhadap kinerja internal Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (BEM KM UBB) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (DPM KM UBB) Universitas Bangka Belitung (UBB), menyusul Konsolidasi Akbar yang digelar Senin (31/8).


Ketua Umum DPM KM UBB, Ninda, menyampaikan lembaganya bersama eksekutif telah melakukan audiensi ke pihak rektorat dan menjalankan reses ke seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) serta BEM KM fakultas untuk menampung aspirasi. Dari 14 UKM dan 1 BEM KM, seluruhnya disebut telah rampung direses, sementara reses ke dua fakultas lain masih berjalan. Soal pemberangusan, Ninda menegaskan semestinya ada tahapan sanksi bertingkat sebelum organisasi diberanguskan. "Kalaupun yang bermasalah cuma satu atau dua orang di organisasinya, kenapa enggak orang itu saja yang disanksi, bukan organisasinya yang diberanguskan," ujarnya.


Wakil Presiden Mahasiswa BEM KM UBB, Fathurrahman Romadhan, menyebut pihaknya tengah menyiapkan sejumlah langkah, termasuk agenda bertemu langsung dengan rektor untuk menyampaikan keluh kesah mahasiswa dan mendorong kebijakan yang selama ini dinilai kurang pro terhadap keorganisasian agar berubah arah. Ia berharap audiensi tersebut turut diiringi pematangan sikap dari mahasiswa sendiri, sehingga mampu menyikapi berbagai bentuk intervensi opini dari pihak rektorat. "Mahasiswa FISIP maupun FST itu bukan sedang meminta kebebasan, tapi menuntut hak yang memang sudah semestinya menjadi milik mereka," ujarnya. Soal jadwal audiensi lanjutan, ia menyebut masih tentatif karena menunggu kesiapan dan konsolidasi internal seluruh ormawa, namun berharap dapat terlaksana dalam waktu dekat.


Wakil Ketua II DPM KM UBB sekaligus menjabat sebagai Ketua Fraksi FISIP di DPM KM UBB, Ridho, menilai forum Konsolidasi Akbar hari itu belum sepenuhnya optimal, Muhamad Marifatul Ridha atau yang kerap disapa Ridho, memberikan nilai konsolidasi 6 dari 10. Menurutnya, sejumlah isu yang dibahas, mulai ketersediaan ruangan, hingga pembatasan hak berorganisasi, sudah cukup lama disuarakan tanpa kunjung menghasilkan satu pandangan bersama soal langkah dan tuntutan ke depan.


Ridho turut menyampaikan masukan untuk DPM KM UBB, dengan menyebut sebagian energi legislatif belakangan lebih banyak terserap ke agenda seperti talkshow dan sekolah parlemen dibanding penyaluran aspirasi. Ia berharap hal ini menjadi evaluasi bersama, dan menyebut opsi menarik fraksinya bukan tidak mungkin dipertimbangkan bila penyaluran aspirasi belum membaik. Kepada BEM KM UBB, ia berharap forum bersama mahasiswa seperti ini bisa lebih cepat terbentuk ke depannya. "Tolong prioritasnya diperbaiki lagi, tolong masyarakat yang diperhatikan," ujarnya, menambahkan bahwa dana kegiatan ormawa berasal dari UKT mahasiswa sendiri.


Senada, salah satu peserta konsolidasi, Lakenu, berharap lembaga dengan hierarki tertinggi di kampus bisa lebih reflektif ke depannya. "Sebagai badan organisasi dengan hirarki tertinggi di universitas, diharapkan lebih sadar diri dan berbenah lagi, karena  kawan-kawan walaupun lengkap dengan jabatannya hari ini masih berstatus mahasiswa, dengan identitas intelektual yang bergerak atas kesadaran, bukan arahan atau menunggu teriakan, dan diharapkan keseriusan serta kesungguhannya dalam memperjuangkan apa yang sudah di katakan bukan hanya bualan di depan desakan forum," ujarnya kepada LPM Alternatif, sembari berharap kedaulatan mahasiswa tetap menjadi acuan utama.


Reporter: Hazia Rizki Amanda & Risma Marlina 
Penulis: Ardi Setiawan
Editor: Samuel

×
Berita Terbaru Update