Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

HMPWK UBB Tutup Program Bina Desa 2026, Tinggalkan Peta Potensi untuk Desa Air Nyatoh

Kamis, 06 Agustus 2026 | Agustus 06, 2026 WIB Last Updated 2026-08-06T14:42:49Z

 

Penutupan Program Bina Desa HMPWK beserta penyerahan peta administrasi dan Peta Potensi Desa Air Nyatoh (05/08). Sumber: HMPWK FST UBB

LPM Alternatif, Bangka Barat - Himpunan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung (HMPWK FST UBB) resmi menutup rangkaian kegiatan Bina Desa 2026 dengan mengusung tema “Sambelingkung (Strategi Membangun Ekowisata Lingkungan Kampung Unggul Air Nyatoh)” yang dilaksanakan pada 1–5 Agustus 2026 di Desa Air Nyatoh, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat.

Rangkaian kegiatan dirancang agar mahasiswa dapat belajar secara langsung dari masyarakat sekaligus menghasilkan luaran yang bermanfaat bagi pembangunan desa. Mulai dari seminar bertema pengembangan ekowisata, perlombaan untuk anak-anak, eksplorasi potensi wisata Desa Air Nyatoh, nonton bareng bersama masyarakat, penyusunan Peta Administrasi Desa Air Nyatoh dan Peta Potensi Desa Air Nyatoh, hingga penyerahan plang Bina Desa sebagai penanda sekaligus simbol kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa.

Ketua Pelaksana, Monica Wulan Patricia, mengatakan bahwa Bina Desa menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan yang edukatif dan partisipatif. "Kami berharap kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa dapat belajar sekaligus mengabdi sehingga mampu memberikan manfaat nyata. Kami juga bersyukur dapat meninggalkan luaran berupa peta administrasi, peta potensi desa, serta plang Bina Desa sebagai hasil kerja bersama," ujarnya.

Ketua HMPWK FST UBB, Benediktus Flori, turut menegaskan bahwa Bina Desa merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di Desa Air Nyatoh bukan hanya untuk menjalankan program kerja organisasi, tetapi juga sebagai bentuk pembelajaran langsung mengenai kondisi dan potensi desa. 

Sementara itu, Pembina HMPWK FST UBB, Ahmad Roawatul Irham, S.T., M.P.W.K., berharap kegiatan ini tidak berhenti pada program tahunan semata, tetapi menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan antara HMPWK UBB dan Pemerintah Desa Air Nyatoh. Menurutnya, sinergi tersebut dapat diwujudkan melalui pendampingan dalam aspek perencanaan maupun pengembangan berbagai potensi desa.

Harapan tersebut turut disambut positif oleh Kepala Desa Air Nyatoh, Suratno, yang mengapresiasi semangat mahasiswa dalam belajar dan mengabdi kepada masyarakat. Ia menyampaikan terima kasih atas kontribusi HMPWK UBB serta berharap silaturahmi dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus berlanjut. Sebagai desa yang dikenal dengan identitas "Desa Wisata Seribu Bagan", Air Nyatoh memiliki potensi besar untuk dikembangkan, sehingga kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan perguruan tinggi diharapkan mampu mendorong pembangunan desa yang lebih terarah, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal.



Penulis: Alnaura Ardiyanti (HMPWK FST UBB)
Editor: Samuel
×
Berita Terbaru Update