![]() |
| Pembukaan Architecture Festival 2026 di Taman Wilhelmina, Rabu (7/10). Sumber: HIMARS UBB |
PANGKALPINANG, LPM Alternatif -- Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HIMARS) Universitas Bangka Belitung (UBB) menggelar Architecture Festival 2026 di Taman Wilhelmina, Kota Pangkalpinang, Rabu (7/10).
Mengusung semangat baru, festival ini menjadi wadah edukasi untuk memperkenalkan keilmuan arsitektur kepada masyarakat umum, bukan sekadar urusan merancang bangunan, melainkan sebuah karya yang memiliki cerita.
Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB ini menyuguhkan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pameran karya Studio Perancangan Arsitektur mahasiswa, pameran dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Bangka Belitung, hingga ragam perlombaan bertema arsitektur.
Ketua Pelaksana Architecture Festival 2026, Alfarizi, menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari pandangan bahwa arsitektur sering kali hanya dikaitkan dengan fisik bangunan dan aktivitas menggambar. Padahal, ada narasi kuat di balik setiap rancangannya.
“Arsitektur bukan cuma bangunan, pasti punya cerita di balik bangunan itu sendiri. Itu yang menjadi landasan tujuan kami. Kami ingin arsitek tidak dipandang sekadar sebagai tukang gambar, tetapi juga sebagai pencerita,” ujarnya kepada LPM Alternatif pada Selasa (6/10).
Menurutnya, cerita tersebut dapat tersampaikan melalui berbagai media, baik itu wujud bangunan, gambar, maupun tata ruang. Melalui kegiatan ini, ia berharap masyarakat dan mahasiswa memiliki perspektif yang lebih luas terhadap dunia arsitektur.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Himpunan (Wakahim) Arsitektur UBB, Restu, menyampaikan bahwa festival ini adalah ruang pembuktian bagi mahasiswa untuk mempertanggungjawabkan desainnya. Karya-karya yang dipamerkan merupakan hasil Studio Perancangan Arsitektur yang sarat akan proses berpikir, bukan sekadar pemenuhan tugas akademik.
“Arsitek memiliki proses berpikir; mulai dari menganalisis masalah, memahami kebutuhan, hingga menghasilkan solusi melalui desain,” jelas Restu (6/10).
Lebih lanjut, Restu menyebut Architecture Festival 2026 merupakan langkah awal HIMARS dalam membangun sinergi dengan IAI Bangka Belitung. “IAI merupakan organisasi yang menaungi para profesional di bidang arsitektur. Bagi kami sebagai mahasiswa, hubungan dan komunikasi dengan para arsitek profesional ini sangat penting,” ungkapnya.
Ke depannya, HIMARS berharap Architecture Festival dapat terus berkembang dan menjadi agenda rutin. Lebih dari itu, Arsitektur UBB diharapkan mampu menjadi wadah bagi masyarakat Pangkalpinang dan Bangka Belitung untuk menyampaikan aspirasi maupun mencari solusi atas permasalahan tata ruang di daerahnya.
Reporter: Syakilah Dwi Kurnia
Penulis: Syakilah Dwi Kurnia
Editor: Samuel
