Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

CONFEST 13 HMTS UBB Dorong Peran Insinyur Muda dalam Pembangunan Berkelanjutan

Selasa, 20 Oktober 2026 | Oktober 20, 2026 WIB Last Updated 2026-10-20T14:46:22Z

 

Dokumentasi pembukaan CONFEST ke-13 di Balai Besar Peradaban UBB (19/10). Sumber: HMTS UBB

LPM Alternatif, Balunijuk -- Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung (UBB) menggelar Civil Engineering One Week Festival (CONFEST) ke-13 pada Senin (19/10)  


Mengangkat tema “Engineers as Agents of Change in Achieving the SDGs”, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan pelajar untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kompetensi, serta memahami peran insinyur dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.


CONFEST 13 diselenggarakan pada 19-25 Oktober 2026 dengan rangkaian kegiatan yang meliputi upacara pembukaan dan penutupan, seminar nasional, serta berbagai perlombaan tingkat nasional dan regional. 


Adapun cabang lomba yang diselenggarakan meliputi LKTB, CAD Skill, Balsa, Pioneering, Civil Innovation, futsal, dan e-sport. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan mahasiswa dan pelajar dari seluruh Indonesia.


Ketua HMTS UBB, Muhamad Robi, menjelaskan bahwa CONFEST merupakan sarana bagi mahasiswa Teknik Sipil untuk menunjukkan kreativitas, mengimplementasikan gagasan, serta mengembangkan kemampuan soft skill yang dibutuhkan di dunia kerja. 


Pengusungan tema tahun ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran mahasiswa Teknik Sipil sebagai calon insinyur yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). 


Namun, dalam proses persiapannya, panitia menghadapi kendala berupa keterbatasan fasilitas yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan kegiatan. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi panitia untuk mengembangkan kemandirian dalam berpikir dan bertindak.


Salah satu rangkaian kegiatan CONFEST 13 adalah seminar nasional yang membahas peran insinyur dalam mendukung pencapaian SDGs, khususnya tujuan keenam, yaitu air bersih dan sanitasi layak.


Seminar tersebut menghadirkan pembahasan mengenai inovasi teknologi lingkungan, seperti penggunaan bioswale untuk menyaring polutan, Micro Bubble Generator (MBG) untuk aerasi limbah, serta sistem pemanenan air hujan atau Rainwater Harvesting System. Materi juga dikaitkan dengan studi kasus persoalan air di Ende dan Papua serta pencemaran di TPST Piyungan.


Anggi Kusnita, salah satu peserta seminar yang merupakan mahasiswa Teknik Sipil semester tiga, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai penerapan ilmu teknik sipil dalam menyelesaikan persoalan lingkungan. Ia menilai materi yang disampaikan tidak hanya berisi teori, tetapi juga membahas kasus nyata yang relevan dengan tantangan pembangunan saat ini.


“Harapannya, ilmu ini bisa menjadi bekal kita sebagai calon insinyur untuk merancang infrastruktur yang ramah lingkungan dan memberikan solusi nyata bagi permasalahan air bersih serta sanitasi di masyarakat, terutama di Bangka Belitung,” ungkapnya.


Ketua pelaksana CONFEST 13, Muhammad Fadil Sabana, berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi festival tahunan atau ajang kompetisi untuk mencari juara, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melahirkan gagasan, membangun kolaborasi, dan mengembangkan potensi diri. 


Fadil juga berharap CONFEST dapat terus berkembang sebagai ajang kompetisi dan festival karya mahasiswa Teknik Sipil serta mendorong lahirnya calon insinyur yang mampu menjawab tantangan pembangunan dan lingkungan di masa mendatang.



Penulis: Syakilah Dwi Kurnia
Reporter: Syakilah Dwi Kurnia
Editor: Samuel

×
Berita Terbaru Update