![]() |
| Kegiatan Ocean Care X Maritim Day di Desa Wisata Sejagat, Kelurahan Jerambah Gantung (5/9). Sumber: Gendis Woro Arimbi/LPM Alternatif
|
LPM Alternatif, Balunijuk – Sabtu (5/9), Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan (HIMAIKA) Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan (FPPK) Universitas Bangka Belitung (UBB). Selenggarakan kegiatan Ocean Care X Maritim Day dengan tema “Ocean resilience warrior di era digital : sinergi karakter maritim yang disiplin, tangguh, dan progresif dalam mengarungi Smart maritime horizon menuju kedaulatan bangsa yang berdaya saing global” di Desa Wisata Sejagat, Kelurahan Jerambah Gantung.
Yang menjadi keunikan dalam kegiatan ini adalah kegiatan Ocean Care X Maritim Day tahun ini juga meng-highlight sisi kuliner hasil Sungai Jerambah Gantung melalui festival kuliner Sejagat dengan mengadakan perlombaan memasak lempah kuning khas Bangka Belitung.
Riwan Kusmiadi, S.T.P., M.Si ., selaku Dekan Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan (FPPK) Universitas Bangka Belitung (UBB), memandang kegiatan ini sebagai medan nyata bagi para mahasiswa ilmu kelautan untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat di bangku kelas secara langsung ke lingkungan masyarakat yang sejalan dengan visi UBB, yaitu unggul membangun peradaban, lokal mengglobal.
“Jadi mahasiswa, dia bisa mencintai ilmunya, bisa mendapatkan ilmunya. Terus nanti, ketika jadi sarjana, dia benar-benar bisa menjadi problem solver buat masyarakat. Bukan sebaliknya, problem maker gitu ya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fathur Haryadi selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan menyatakan bahwa kegiatan ini berkolaborasi dengan pihak kelurahan dan juga jurusan, dengan tujuan untuk membuka pandangan mahasiswa ilmu kelautan bahwa di lingkungan sekitar UBB terdapat tempat yang masih terjaga ekologinya, masih asri, dan belum mendapat banyak perhatian untuk dijadikan objek penelitian yang diharapkan nantinya mahasiswa ilmu kelautan bisa menjadi peneliti yang menghasilkan penelitian mengenai kekayaan desa wisata Sejagat dan juga supaya masyarakat sekitar merasa bahwa mereka itu dilihat potensinya.
“Di sini kami bukan hanya untuk agenda Tahunan Himaika saja, tapi kami di sini berkolaborasi untuk menghadirkan dan meng-highlight terutamanya wisata, juga mengeksplor keanekaragaman hayati yang ada di Kelurahan Jerambah Gantung ini, di mana lomba masak lempah kuning ini, ikan yang akan dimasak adalah ikan sungai, ikan hasil tangkapan dari nelayan pesisir sungai ini,” ujarnya.
Dalam prosesnya, Igam Ramadi selaku ketua pelaksana menyebutkan bahwa perlombaan memasak ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh 12 tim. Namun, dalam pelaksanaannya, tim yang bertanding hanya 8. Di antaranya merupakan mahasiswa Universitas Bangka Belitung, mahasiswa baru program studi Ilmu Kelautan, mahasiswa Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (POLMAN BABEL), juga warga lokal desa wisata sejagat. Dan pada akhirnya, pertandingan dimenangkan oleh kelompok 2 Dewi Sejagat dengan memperoleh 263,25 poin. Dengan keberagaman peserta lomba ini, Igam memandang ini sebagai ajang untuk membentuk sikap kebersamaan, kolaborasi dan juga saling membantu.
Reporter: Risma Marlina
Penulis: Risma Marlina
Editor: Samuel
