Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Pemanggilan Fraksi FISIP: DPM KM UBB Minta Kejelasan

Selasa, 08 September 2026 | September 08, 2026 WIB Last Updated 2026-09-09T04:15:57Z

Pertemuan fraksi FISIP dan DPM KM UBB di Atback Coffee, Senin (7/9). Sumber: Istimewa

LPM Alternatif, Selindung – Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (DPM KM UBB) memanggil Fraksi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) untuk meminta keterangan lanjutan dan klarifikasi terkait penarikan fraksi tersebut dari DPM KM UBB. Pemanggilan diumumkan secara transparan lewat unggahan Instagram resmi DPM KM UBB pada Minggu (6/9), dan pertemuan berlangsung keesokan harinya, Senin (7/9), di Atback Coffee, Selindung.


Pertemuan berlangsung kondusif dan dihadiri dua orang perwakilan Fraksi FISIP didampingi Ketua Umum DPM KM FISIP, Hijrianto, serta enam orang perwakilan DPM KM UBB, termasuk Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum 1.


Dalam forum tersebut, Hijrianto menyampaikan tiga poin inti tuntutan Fraksi FISIP kepada DPM KM UBB, yakni mengenai fasilitas, birokrasi, dan kesejahteraan politik. Ia menegaskan pentingnya lembaga legislatif, baik di tingkat fakultas maupun universitas, menjalankan fungsinya dengan baik dan benar. “Kami mendorong agar legislatif-legislatif baik itu di skala fakultas dan skala universitas itu menjalankan fungsi legislatif dengan baik dan benar menjalankan fungsi, tiga fungsi pengawasan, legislasi dan auditing sebagaimana mestinya sehingga itu menciptakan tata kelola organisasi yang baik,” ujarnya. 


Ia menambahkan pihaknya sangat mendorong berbagai kebijakan yang diperlukan untuk kesejahteraan mahasiswa, dengan menimbang berbagai dinamika yang dihadapi KM FISIP dan KM UBB belakangan.


Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPM KM UBB, Ninda, menduga penarikan fraksi terjadi karena FISIP menilai ketiga tuntutan tersebut belum terpenuhi secara maksimal. “Mungkin hari ini mereka menarik diri karena merasa ketiga tuntutan tersebut itu tidak maksimal,” ujarnya.


Ninda menegaskan pemanggilan ini dilakukan semata untuk meminta kejelasan mengenai alasan penarikan fraksi, dan membantah adanya persoalan personal maupun upaya saling menekan antara kedua pihak. “Jadi, sudah kami tanyakan terkait permasalahan tersebut apa yang menjadi alasan mereka menarik fraksi, bukan masalah personal ataupun masalah yang sekiranya untuk saling menekan satu sama lain, tetapi di sini memang keputusannya itu adalah untuk kemaslahatan KM UBB,” ujarnya. Ia turut menganggap hal ini sebagai catatan dan masukan bagi DPM serta BEM KM UBB untuk menganulir tuntutan tersebut.


Soal prioritas kerja, Ninda menyatakan DPM KM UBB saat ini tidak berfokus hanya ke satu arah. “Aspirasi menjadi prioritas, baikpun kegiatan kami saya rasa Sekolah Parlemen juga menjadi prioritas karena memang itulah wadah kami dari legislatif untuk menimbulkan jiwa-jiwa legislator muda itulah forum kita legislatif, terus produk hukum juga masih berjalan jadi sebenarnya tidak ada yang menjadi prioritas disini semuanya jalan dalam satu waktu,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa ke depan DPM KM UBB akan berupaya lebih mengoptimalkan ketiga prioritas yang sedang dijalankan secara bersamaan itu.


Mantan Wakil Ketua Umum 2 DPM KM UBB, Muhammad Marifatul Ridha, menilai pertemuan dengan DPM KM UBB berlangsung sangat produktif dan kedua pihak telah menemukan titik temu dari apa yang diinginkan pihak DPM FISIP. “Tinggal bagaimana kami bergantung kepada kebijakan ke depannya,” ujarnya. Ia menambahkan, jika di kemudian hari, dengan tenggat waktu yang ditentukan sendiri oleh pihak DPM dan BEM KM UBB, tuntutan yang disampaikan hari ini terpenuhi, Fraksi FISIP akan dengan sukarela kembali secara struktural, bahkan akan melupakan apa saja yang telah terjadi. “Kami akan menerima itu, tapi jika tuntutan kami belum selesai, atau mungkin tidak selesai, kami akan tetap pada sikap politik hari ini, bahkan lebih ekstrem lagi di kemudian hari,” kata Ridha kepada LPM Alternatif.


Dalam wawancara terpisah bersama tim Redaksi di akhir forum, Hijrianto turut menyoroti prioritas BEM KM UBB yang dinilai terlalu sering membahas permasalahan eksternal, di tengah kondisi internal kampus yang menurutnya sedang tidak baik-baik saja. “KM UBB ini banyak masalahnya, kompleks. Namun yang menjadi permasalahan kenapa BEM U nggak terlalu fokus ke rumah sendiri? Ibarat katanya gini, rumah kita bocor, namun kita sibuk ngurusin sama orang lain, ya nggak?” ujar Hijri.


Ia juga menyoroti DPM KM UBB agar menjalankan fungsinya dengan benar. “DPM U itu lembaga yang kaku, dia bekerja berdasarkan peraturan. Peraturan jelas, mengatur bahwa mereka fungsi sebagai legislatif. Ada tiga fungsi, administrasi, pengawasan, dan auditing,” ucapnya.


Kepada mahasiswa, khususnya KM FISIP, Hijrianto berpesan agar tetap berpegang teguh pada tradisi kekeluargaan dan bersatu menghadapi tekanan serta dinamika yang semakin kompleks. Senada, Ridha turut menyampaikan dukungannya untuk mahasiswa, terutama di KM FISIP. “Kita ke sini mengorbankan sebagian kekuatan ekonomi kita untuk menganyam pendidikan, mencari resolusi-resolusi baru walaupun belum maksimal, dan kita usahakan hal itu dengan sebaik mungkin,” ujarnya, seraya menyampaikan pesan untuk terus bersemangat dan tidak menyerah.


Reporter: Glen Chandra & Risma Marlina
Penulis: Risma Marlina
Editor: Samuel

×
Berita Terbaru Update