Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Sekolah Legislatif DPM FEB UBB Dorong Mahasiswa Pahami Peran dan Fungsi Legislasi Kampus

Sabtu, 19 September 2026 | September 19, 2026 WIB Last Updated 2026-09-19T15:51:14Z


LPM Alternatif, Balunijuk — Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bangka Belitung (DPM KM FEB UBB) menggelar Sekolah Legislatif dan Workshop Legal Drafting di Balai Besar Cendekia Kampus, Sabtu (19/9). Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Ekonomi & Bisnis termasuk mahasiswa dari perguruan tinggi lain.

 

Ketua Pelaksana, Sazkya Dwi Arlika, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai peran lembaga legislatif di lingkungan kampus. Menurutnya, pemahaman mengenai fungsi legislatif di perguruan tinggi masih perlu diperkuat.

 

“Tujuannya itu biar mahasiswa memahami peran legislatif. Di kampus itu ada eksekutif dan legislatif, jadi kami membuat ini biar teman-teman juga memahami perannya dan cara-cara membuat undang-undang yang benar,” ujar Sazkya.

 

Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan I FEB UBB, Dr. Hengky Veru Purbolakseto, S.E., M.A., BKP. Dalam sambutannya, ia mengatakan kampus tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar menyampaikan aspirasi dan memahami kepentingan bersama.

 

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan seorang legislator dalam mendengar dan memahami kondisi sebelum mengambil keputusan. Menurutnya, demokrasi kampus yang berkualitas tidak hanya bergantung pada banyaknya aturan, tetapi juga pada kemampuan aturan tersebut memberikan solusi terhadap kebutuhan mahasiswa.

 

Ketua DPM FEB UBB, Shadina Ningrum, mengatakan lembaga legislatif mahasiswa tidak hanya memiliki fungsi pengawasan, tetapi juga berperan dalam mengawal aspirasi mahasiswa.

 

“Banyak sekali mahasiswa yang cenderung belum tahu bagaimana proses aspirasi dari proses awal penyampaian, pengawalan sampai akhirnya terealisasi. Maka dari itu kami hadirkan sekolah legislatif ini agar para mahasiswa mengerti sepenuhnya,” kata Shadina.

 

Materi utama disampaikan oleh Bambang Patijaya, S.E., M.M., anggota DPR RI periode 2024–2029. Ia membahas fungsi DPR serta sejumlah isu legislasi nasional, termasuk rancangan undang-undang mengenai energi terbarukan, minyak dan gas, serta perubahan iklim.

 

Dalam pemaparannya, Bambang menekankan pentingnya pengetahuan dan data dalam proses penyusunan aturan. Ia juga membahas tantangan perubahan iklim serta kebutuhan regulasi dalam mendukung transisi energi Indonesia menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060.

 

Materi dilanjutkan oleh Yosua Sandi Rajanta Sembiring selaku Ketua Umum DPM KM UBB 2024 yang membahas legal drafting atau teknik perancangan peraturan.


Salah satu peserta, Alif Pramulia Nugraha dari Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung sekaligus anggota Senat Mahasiswa, mengatakan dirinya mengikuti kegiatan tersebut karena berkaitan dengan tugas lembaga legislatif dan tertarik dengan materi legal drafting.

 

“Materi yang disampaikan Pak Bambang cukup menarik, cukup memberi wawasan juga, terutama kami yang di legislasi ini memahami dasar-dasar atau pola pikir dalam pengambilan keputusan,” ujar Alif.

 

Alif mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru baginya. Namun, ia berharap panitia dapat lebih disiplin dalam pelaksanaan acara agar waktu peserta tidak banyak terbuang.

 

Sazkya mengatakan antusiasme peserta menjadi salah satu hal yang menunjukkan respons terhadap pelaksanaan kegiatan. Ia berharap peserta tidak hanya memahami peran lembaga legislatif dan teknik penyusunan peraturan, tetapi juga tertarik untuk terlibat dalam dunia legislatif.


Penulis: Canda Aryani 

Reporter: Canda Aryani

Editor: Samuel

×
Berita Terbaru Update