![]() |
| Sesi foto bersama mahasiswa FST dalam rangka penggalangan dana untuk korban gempa NTT (7/9). Sumber: Istimewa |
Aksi penggalangan dana melibatkan sekitar 30 mahasiswa yang terdiri dari delegasi masing-masing himpunan mahasiswa (Hima) di FST serta kepengurusan BEM FST. Penggalangan dana berlangsung pukul 14.00–19.00 WIB di tiga titik, yakni Lampu Merah Simpang 7, Lampu Merah Kampung Keramat, dan Lampu Merah Ramayana. Dana yang terkumpul ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan darurat sekitar 2.000 jiwa yang terdampak gempa di NTT.
Gubernur Fakultas Sains dan Teknik, Dapot Manodo Sitanggang, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah. Ia juga berharap bantuan yang terkumpul dapat memberikan manfaat dan meringankan beban para korban walau dalam pelaksanaannya, panitia menghadapi kendala terkait surat perizinan. Meski demikian, kegiatan tetap dapat terlaksana dengan dukungan berbagai pihak.
"Semoga bantuan yang terkumpul dapat memberikan manfaat dan meringankan beban para korban dalam menghadapi kondisi yang sedang mereka alami" ujarnya.
Respons positif juga diberikan oleh masyarakat yang melintas di lokasi penggalangan dana. Sejumlah masyarakat turut memberikan donasi secara sukarela sesuai dengan kemampuan masing-masing sebagai bentuk dukungan terhadap korban bencana. Dari aksi tersebut, dana yang berhasil terkumpul mencapai Rp6.468.500,00 dan selanjutnya disalurkan melalui kampanye donasi untuk membantu korban gempa di NTT.
Cahaya, salah seorang mahasiswa relawan yang berpartisipasi dalam penggalangan dana tersebut menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan tersebut didorong oleh keinginan untuk berkontribusi dan membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah. Menurutnya, menjadi relawan bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga menunjukkan kepedulian, membangun rasa kemanusiaan, serta menumbuhkan empati dan semangat gotong royong. Ia berharap kontribusi yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi para korban dan menjadi pengalaman untuk terus peduli terhadap sesama.
Reporter: FST UBB
Penulis: Syakilah Dwi Kurnia
Editor: Samuel
