Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Konsolidasi Isu Kampus, BEM KM UBB Dorong Penyelesaian Persoalan Organisasi dan Birokrasi di Tingkat Fakultas

Rabu, 09 September 2026 | September 09, 2026 WIB Last Updated 2026-09-10T02:29:32Z

 

Puluhan mahasiswa menghadiri konsolidasi isu kampus di area parkiran FPPK (09/09). Sumber: Istimewa

LPM Alternatif, Balunijuk - Konsolidasi isu kampus digelar pada Rabu (09/09) di area parkiran Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan (FPPK) Universitas Bangka Belitung (UBB). Konsolidasi tersebut dihadiri oleh perwakilan dari lima fakultas, yakni FPPK, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), FISIP, FST, dan Fakultas Hukum (FH), serta membahas sejumlah persoalan yang masih terjadi di tingkat fakultas, khususnya terkait organisasi mahasiswa, serta birokrasi.

 

Dari Fakultas Sains dan Teknik (FST), Wakil Gubernur FST, Muhammad Dani Malik, menyampaikan bahwa konsolidasi BEM KM UBB kali ini masih membawa tuntutan yang sama, terutama terkait beberapa organisasi yang diklaim terkena pemberangusan di FST.

 

Menurutnya, hasil konsolidasi kali ini cukup baik karena FST berencana melakukan audiensi pada Jumat mendatang. Ia menambahkan bahwa audiensi tersebut rencananya hanya diikuti oleh empat orang perwakilan dari pihak FST. Namun, apabila audiensi tersebut tidak terlaksana atau tidak dihadiri oleh pihak dekanat, BEM KM UBB berpotensi kembali melakukan pergerakan pada Senin berikutnya.

  

Sementara itu, berdasarkan pertemuan konsolidasi, persoalan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) berkaitan dengan Surat Keputusan (SK) yang hingga saat ini belum diterbitkan selama kurang lebih delapan bulan. Dalam konsolidasi, FISIP juga menyatakan kesiapan untuk bergabung dalam agenda audiensi maupun diskusi di tingkat rektorat sebagai langkah untuk menyelesaikan persoalan yang belum mendapatkan kejelasan.

 

Gubernur Fakultas Hukum, Mawar, menilai konsolidasi BEM KM UBB kali ini sebagai langkah awal yang baik. Menurutnya, isu yang dibawa, khususnya terkait FST dan FISIP, merupakan persoalan lanjutan yang hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan.

 

"Untuk pertanyaan tersebut, puas atau tidak, saya jawab puas. Mengapa dengan mereka mengadakan ruangan seperti ini, ini artinya langkah baik, langkah awal yang baik," ujar Mawar.

 

Ia menilai setiap fakultas memiliki persoalan yang berbeda. Namun, persoalan di FST dan FISIP menjadi hal yang lebih mendesak karena telah berkaitan dengan pembekuan Ormawa dan yang lain sebagainya.

 

"Kami di sini dari Fakultas Hukum tentunya selalu membersamai; itu yang pasti," tegas Mawar.

 

Mawar juga menyampaikan bahwa Fakultas Hukum turut membawa hal terkait LK dalam konsolidasi tersebut. Ia menyebut isu itu sudah ditanggapi dan dijawab bahwa kegiatan LK insya Allah bisa dilaksanakan, dengan koordinasi lebih lanjut dari pihak fakultas.

 

Ketika dimintai pesan atau imbauan kepada mahasiswa yang tidak mengikuti konsolidasi, Ketua BEM KM UBB, Randi, menegaskan bahwa mahasiswa perlu melihat persoalan secara utuh sebelum mengambil sikap.

 

"Himbauan untuk kawan-kawan yang tidak ikut konsol hari ini, coba belajar untuk mengenai dua problem terlebih dahulu. Cari sisi baik dan buruknya, baru kita tahu siapa salah dan siapa yang benar. Jangan sekadar cuman ngejudge saja. Tidak boleh melihat di satu sisi saja," tutup Randi.



Reporter: Risma Marlina dan Syakilah Dwi Kurnia
Penulis: S
yakilah Dwi Kurnia
Editor: Samuel

×
Berita Terbaru Update