Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Gubernur dan Ketua DPRD Babel Absen, Aliansi BEM Babel Layangkan 23 Tuntutan dalam Aksi

Jumat, 25 September 2026 | September 25, 2026 WIB Last Updated 2026-09-25T16:46:00Z

 

Aliansi BEM Babel Memadati Halaman Kantor Gubernur Sebelum Berpindah ke Kantor DPRD Provinsi (25/09). Sumber: LPM Alternatif


LPM Alternatif, Pangkalpinang - Aliansi BEM Bangka Belitung menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur dan Gedung DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (25/9), membawa 23 tuntutan yang mencakup isu hukum, pangan, agraria, ketenagakerjaan, pendidikan, hingga penolakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

 

Tujuh BEM kampus yang tergabung dalam aliansi dan turun ke jalan adalah Universitas Bangka Belitung (UBB), IAIN SAS Bangka Belitung, Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (UNMUH), Universitas Anak Bangsa (UNABA), Politeknik Manufaktur Bangka Belitung (POLMAN), Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang, dan Institut Citra Internasional (ICI).

 

Aksi dimulai di halaman Kantor Gubernur Babel, tempat massa berorasi untuk menyampaikan aspirasi. Kekecewaan muncul karena Penjabat (Pj) Gubernur Babel, Hidayat Arsani, tidak hadir menemui massa secara langsung.

 

Menjelang sore sekitar pukul 17.12 WIB, massa melakukan long march menuju Gedung DPRD Babel untuk mendesak wakil rakyat. Di halaman DPRD, sempat terjadi aksi dorong-dorongan antara mahasiswa dengan petugas gabungan Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat massa berupaya masuk ke dalam gedung. Sebagai bentuk kekecewaan atas ketidakhadiran Gubernur dan Ketua DPRD, sebagian massa membakar ban bekas dan spanduk tuntutan hingga menimbulkan kepulan asap tebal. Petugas keamanan sempat berupaya memadamkan, dan situasi berhasil dikendalikan tanpa bentrokan susulan.

 

Massa kemudian diterima untuk beraudiensi di Ruang Badan Musyawarah (Banmus). Sejumlah mahasiswa menilai kapasitas ruangan tersebut tidak sebanding dengan jumlah massa yang hadir, sehingga sebagian peserta aksi tetap berada di luar gedung selama audiensi berlangsung.

 

Presiden Mahasiswa UBB, Randi, menyampaikan alasan utama aksi ini digelar. "Kami turun karena keresahan masyarakat, soal konflik agraria, PLTN, hingga pendidikan di daerah 3T seperti Pulau Lepar. Pemerintah pusat jangan terlalu memaksakan kebijakan top-down seperti Kantin Drive-thru Makan Gratis (KDMP) yang tidak sesuai dengan kearifan lokal," ujarnya.

 

Audiensi diterima oleh Pj Sekda Babel, Fery Afriyanto, dan Ketua Komisi I DPRD Babel, Pahlevi Syahrun, didampingi jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Babel. Fery menyatakan pihaknya menyambut positif 23 tuntutan mahasiswa sebagai bahan evaluasi lintas instansi, mencakup usulan perbaikan jalan rusak di kawasan Argelas yang akan diusulkan ke APBD 2027, penertiban tambang ilegal di kawasan kampus bersama Polda, Polres, dan TNI, hingga kajian usulan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) untuk kepastian tambang legal bagi warga. Ia juga menyampaikan stok Pertalite dan Solar di Bangka Belitung dalam kondisi aman 3–5 hari ke depan, serta rencana pembatasan pembelian BBM guna mencegah antrean panjang.

 

Sementara itu, dari sudut legislatif, Pahlevi Syahrun menegaskan bahwa DPRD telah menuntut PT Timah menyerahkan data reklamasi laut dan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan-Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL), serta menyoroti ekspansi perkebunan sawit di kawasan hutan tangkapan air.

 

Hingga aksi berakhir, belum ada kesepakatan tertulis yang mengikat antara pemerintah provinsi dan massa aksi. Kedua pihak sepakat akan membahas kembali tuntutan dalam waktu dekat, menyusul ketidakhadiran Gubernur dan Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat aksi berlangsung. Aliansi BEM Babel menegaskan akan menggelar gelombang aksi lanjutan dengan massa lebih besar jika tuntutan tidak kunjung ditindaklanjuti secara konkret.



Reporter: Muhammad Tamam Taufiqullah Sayyid & Risma Marlina
Penulis: Samuel

×
Berita Terbaru Update